Jumat, 17 Mei 2013

Jenis-Jenis Gempa


1. Jenis-jenis gempa berdasarkan hiposentrum gempa atau jarak pusat gempa. Jenis gempa ini dibedakan menjadi:
1.       Gempa dalam, gempa yang hiposetrumnya terletak antara 300-700 km di bawah permukaan bumi
2.       Gempa Intermidier, gempa yang hiposentrumnya terletak antara 100-300 km dibawah permukaan bumi
3.       Gempa dangkal, gempa yang hiposentrumnya terletak kurang dari 100 km dibawah permukaan bumi

 2. Jenis-jenis gempa berdasarkan bentuk episentrum gempa
1.       Gempa Linier, jika episentrumnya berbentuk garis. Gempa linier biasanya terjadi pada gempa tektonik. Sebab tanah patahan merupakan sebuah garis dan bukan titik.
2.       Gempa Sentral, jika episentrumnya berbentuk titik. Gempa Vulkanik dan gempa runtuhan adalah beberapa contoh jenis gempa sentral


 3. Jenis-jenis gempa berdasarkan letak episentrum gempa
1.       Gempa Laut, jika episentrumnya terletak di dasar laut
2.       Gempa daratan, jika episentrumnya terletak didarat

 4. Jenis-jenis gempa berdasarkan jarak episentralnya
1.       Gempa setempat, jika jarak tempat gempa terasa ke episenralnya kurang dari 10.000 km
2.       Gempa Jauh, jika jarak episentral dan termpat terasanya berjarak sekitar 10.000 km
3.       Gempa sangat jauh, jika jarak episentralnya dan tempat gempa terasa lebih dari 10.000 km

 5. Jenis-jenis gempa berdasarkan penyebabnya
1.       Gempa Tektonik adalah gempa yang terjadi karena peristiwa dislokasi. Gempa terktonik disebut juga gempa dislokasi dan biasanya mempunyai tingkat kerusakan paling parah apalagi kalau  hiposentrumnya dangkal.
2.       Gempa Vulkanik adalah gempa yang terjadi karena letusan gunung berapi.
3.       Gempa Runtuhan adalah gempa yang terjadi akibat runtuhnya bagian atas litosfer keran bagian sebelah dalam berongga.

Klasifikasi gempa berdasarkan kedalaman hiposentrum :
 1.   Gempa dalam ( lebih dari 300 km )
 2.   Gempa Intermedier ( 100 km – 300 km)
 3.   Gempa dangkal (kurang dari 100 km)

 Klasifikasi gempa berdasarkan jarak episentralnya :
 1.   Gempa local ( kurang dari 10.000 km)
 2.   Gempa jauh (10.000 km )
 3.   Gempa sangat jauh (lebih dari 10.000 km)



Gempa dapat digolongkan menjadi beberapa kategori.
1.       Menurut proses terjadinya, gempa bumi diklasifikasikan menjadi seperti berikut:
·         Gempa tektonik: terjadi akibat tumbukan lempeng-lempeng di litosfer kulit bumi oleh tenaga tektonik. Tumbukan ini akan menghasilkan getaran. Getaran ini yang merambat sampai ke permukaan bumi.
·         Gempa vulkanik: terjadi akibat aktivitas gunung api. Oleh karena itu, gempa ini hanya dapat dirasakan di sekitar gunung api menjelang letusan, pada saat letusan, dan beberapa saat setelah letusan.
·         Gempa runtuhan atau longsoran: terjadi akibat daerah kosong di bawah lahan mengalami runtuh. Getaran yang dihasilkan akibat runtuhnya lahan hanya dirasakan di sekitar daerah yang runtuh.

2.       Menurut bentuk episentrumnya, ada dua jenis gempa., yaitu :
·         Gempa sentral: episentrumnya berbentuk titik.
·         Gempa linear: episentrumnya berbentuk garis.

3.       Menurut kedalaman hiposentrumnya, ada tiga jenis gempa, yaitu :
·         Gempa bumi dalam: kedalaman hiposenter lebih dari 300 km di bawah permukaan bumi.
·         Gempa bumi menengah: kedalaman hiposenter berada antara 60-300 km di bawah permukaan bumi.
·         Gempa bumi dangkal: kedalaman hiposenter kurang dari 60 km.

4.       Menurut jaraknya, ada tiga jenis gempa, yaitu :
·         Gempa sangat jauh: jarak episentrum lebih dari 10.000 km.
·         Gempa jauh: jarak episentrum sekitar 10.000 km.
·         Gempa lokal: jarak episentrum kurang 10.000 km.


Tidak ada komentar :

Poskan Komentar